Refleksi Kepala Madrasah: Haul Bukan Sekadar Mengenang, tetapi Melanjutkan Perjuangan
Arif Sholehudin, S.Pd., Gr.
Kepala Madrasah Aliyah Daruttauhid Malang
Haul bukanlah sekadar agenda tahunan untuk mengenang sosok yang telah wafat. Lebih dari itu, haul adalah momentum menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para ulama. Ketika ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-24 Pendiri Pondok Pesantren Daruttauhid Malang, As Syekh Abdullah Awad Abdun, yang sesungguhnya sedang dirawat bukan hanya kenangan, melainkan semangat perjuangan yang harus diteruskan oleh generasi penerus.
Salah satu pesan yang sangat menginspirasi disampaikan oleh Prof. Dr. Habib Said Aqil Husein Al Munawwar, M.A. Beliau mengingatkan bahwa "Seorang ahli ilmu terus menambah ilmu. Jika sudah tidak mau belajar, bukan lagi seorang ahli ilmu." Pesan tersebut menggambarkan sosok As Syekh Abdullah Awad Abdun sebagai ulama yang tidak pernah berhenti belajar dan meninggalkan warisan berupa karya-karya tulis yang hingga kini terus memberi manfaat bagi umat.
"Seorang ahli ilmu terus menambah ilmu. Jika sudah tidak mau belajar, bukan lagi seorang ahli ilmu."
Nilai perjuangan tersebut dipertegas oleh pesan Habib Umar bin Ahmad Al Muthohar yang menyampaikan bahwa As Syekh Abdullah Awad Abdun mengajarkan agar kita selalu melihat ke depan dan melihat ke atas. Melihat ke depan berarti memiliki cita-cita, visi, dan semangat membangun masa depan. Sedangkan melihat ke atas berarti senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT melalui doa. Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan meraih keberhasilan.
Pelajaran yang Dapat Diambil
- Belajar adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat.
- Warisan terbesar ulama adalah ilmu dan keteladanan.
- Bangun cita-cita yang tinggi dengan ikhtiar terbaik.
- Jangan pernah meninggalkan doa dalam setiap perjuangan.
- Haul adalah momentum melanjutkan perjuangan, bukan sekadar mengenang.
Sebagai Kepala Madrasah Aliyah Daruttauhid Malang, saya meyakini bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi ruh pendidikan di madrasah. Kita ingin melahirkan generasi yang haus ilmu, berakhlak mulia, memiliki visi masa depan, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa. Inilah esensi perjuangan yang diwariskan oleh para ulama kepada kita semua.
Semoga Haul Akbar ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi titik tolak lahirnya generasi yang terus belajar, terus berkarya, dan terus mengabdikan dirinya untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Mencetak Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar